Radakng adalah unit
beberapa rumah dibangun satu per satu sehingga membentuk rumah panjang (betang)
dengan karakteristik sosial yang unik. Oleh karena itu, radakng tidak disamakan
dengan toko atau rumah petak seperti biasa. Pengertiannya pada jaman dahulu
masyarakat Dayak penghuni radakng memiliki ikatan keluarga yang kuat, karena
antara satu keluarga dengan yang lain mempunyai hubungan darah atau kerabat.
Menurut
cerita pada jaman dahulu nenek moyang masyarakat Dayak Kanayatn kebanyakan
memilih untuk tinggal dihutan, yang dekat dengan ladang mereka karena kehidupan
mereka bergantung terhadap alam. Mereka hanya tinggal satu keluarga tanpa
adanya kelompok lain, salah satu keluarga ini menderita sakit sehingga untuk
mencari bantuan kepada orang di perkampungan sangat sulit karena letak rumah ke
perkampungan yang berjauhan. Maka dari itu timbul pemikiran mereka untuk
mencari sekelompok orang untuk hidup bersama dan membangun rumah berdekatan
yang di sebut rumah panjang.
Mendengar nama rumah panjang
saham, tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat pada umumnya. Tapi bagi daerah lain, nama rumah panjang saham
ini sangat unik. Menurut cerita orang tua terdahulu rumah panjang saham
didirikan pada tahun 1875. Rumah tersebut terdiri dari 35 pintu dan panjang 180
meter yang dihuni oleh suku Dayak Kanayatn Bukit. Rumah
panjang pertama kali hanya ada beberapa bilik rumah yang dibangun dan atau
hanya ada rumah tunggal. Hasil kesepakatan beberapa kelompok keluarga yang
berencana membangun rumah panjang atau radakng. Pada jaman dahulu keluarga yang
ingin membangun rumah panjang akan menghadapkan rumah yang akan mereka bangun
ke arah sungai, karena pada jaman dahulu sungai merupakan akses jalan bagi
masyarakat dirumah panjang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan
mengapa mereka membangun rumah panjang dengan tinggi dan panjang yaitu pada
jaman dahulu untuk menghindari binatang buas dan menghindari banjir.
Bentuk
bangunan di buat panjang karena dari tangga sampai dengan ruang tengah yang
terdampar luar tanpa ada dinding berfungsi untuk masyarakat melakukan kegiatan
sehari-hari untuk menjemur padi dan membersihkan padi dari tangkai. Dan untuk
kegiatan permainan pada saat diadakan upacara tradisional.
Kehidupan sosial masyarakatnya
memegang teguh adat istiadat, tradisi.budaya dan kehidupan bersama (gotong
royong). Dirumah panjang tersebut terdapat seniman pemahat ukiran kayu belian
(ulin) dan kayu keras lainnya. Terletak di Dusun Saham Desa Saham
Kecamatan Sengah Temila. Desa Saham terdiri dari satu rumah panjang dan
rumah-rumah tunggal yang mengikuti pola masa kini. Sebelumnya seluruh penduduk
tinggal disatu rumah panjang sebagai satu kelompok masyarakat. Bagi masyarakat
Dayak, Rumah panjang bukan hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, namun juga
sebagai pusat perkembangan budaya serta tradisi. Sebagai peninggalan budaya
Dayak Kanayatn, rumah panjang di Saham layak dijadikan objek pariwisata. Adapun
faktor-faktor yang mendukung itu adalah kegiatan budaya, kesenian, adat
istiadat, kehidupan religi, pertanian, mata pencaharian, kehidupan
bermasyarakat. Sebagai pusat kebudayaan rumah panjang juga merupakan pusat
lahirnya jenis-jenis kesenian yang berkaitan langsung dengan adat istiadat
dalam bentuk upacara-upacara.
Masyarakat Dayak selalu menandai setiap
peristiwa dalam kehidupan dengan upacara, dalam kondisi inilah lahir tarian,
musik, seni ukir, seni tato, seni menganyam, tenun, tata boga, dan sebagainya.
Sebagai contoh upacara mengawali dan mengakhiri proses perladangan. Sebelum musim
tanam dimulai, dilakukan upacara untuk memberkati seluruh peralatan yang
digunakan dalam pertanian, dengan upacara adat untuk mendapat restu dari roh
leluhur serta Jubata (Yang Maha Tinggi). Seluruh rangkaian proses pertanian
tersebut ditutup dengan upacara memanjatkan syukur (Naik Dango).
Diupacara inilah biasanya
masyarakat Dayak di rumah panjang Saham tampil dengan busana adat terbaik,
perhiasan, tari, musik, makanan-makanan dan minuman khas tradisi Dayak. Seluruh
rangkaian upacara tersebut masih dapat ditemui di rumah Panjang Saham. Upacara adat ini akan dilaksanakan setiap tahunnya di
tanggal 27 April.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar