Kamis, 14 Juli 2016

Asal-usul Rumah Panjang Saham (tugas PBSI )

Asal-usul Rumah Panjang Saham 


Radakng adalah unit beberapa rumah dibangun satu per satu sehingga membentuk rumah panjang (betang) dengan karakteristik sosial yang unik. Oleh karena itu, radakng tidak disamakan dengan toko atau rumah petak seperti biasa. Pengertiannya pada jaman dahulu masyarakat Dayak penghuni radakng memiliki ikatan keluarga yang kuat, karena antara satu keluarga dengan yang lain mempunyai hubungan darah atau kerabat.
Menurut cerita pada jaman dahulu nenek moyang masyarakat Dayak Kanayatn kebanyakan memilih untuk tinggal dihutan, yang dekat dengan ladang mereka karena kehidupan mereka bergantung terhadap alam. Mereka hanya tinggal satu keluarga tanpa adanya kelompok lain, salah satu keluarga ini menderita sakit sehingga untuk mencari bantuan kepada orang di perkampungan sangat sulit karena letak rumah ke perkampungan yang berjauhan. Maka dari itu timbul pemikiran mereka untuk mencari sekelompok orang untuk hidup bersama dan membangun rumah berdekatan yang di sebut rumah panjang.

Mendengar nama rumah panjang saham, tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat pada umumnya. Tapi bagi daerah lain, nama rumah panjang saham ini sangat unik. Menurut cerita orang tua terdahulu rumah panjang saham didirikan pada tahun 1875. Rumah tersebut terdiri dari 35 pintu dan panjang 180 meter yang dihuni oleh suku Dayak Kanayatn Bukit. Rumah panjang pertama kali hanya ada beberapa bilik rumah yang dibangun dan atau hanya ada rumah tunggal. Hasil kesepakatan beberapa kelompok keluarga yang berencana membangun rumah panjang atau radakng. Pada jaman dahulu keluarga yang ingin membangun rumah panjang akan menghadapkan rumah yang akan mereka bangun ke arah sungai, karena pada jaman dahulu sungai merupakan akses jalan bagi masyarakat dirumah panjang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan mengapa mereka membangun rumah panjang dengan tinggi dan panjang yaitu pada jaman dahulu untuk menghindari binatang buas dan menghindari banjir.
Bentuk bangunan di buat panjang karena dari tangga sampai dengan ruang tengah yang terdampar luar tanpa ada dinding berfungsi untuk masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari untuk menjemur padi dan membersihkan padi dari tangkai. Dan untuk kegiatan permainan pada saat diadakan upacara tradisional.
Kehidupan sosial masyarakatnya memegang teguh adat istiadat, tradisi.budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Dirumah panjang tersebut terdapat seniman pemahat ukiran kayu belian (ulin) dan kayu keras lainnya.  Terletak di Dusun Saham Desa Saham Kecamatan Sengah Temila. Desa Saham terdiri dari satu rumah panjang dan rumah-rumah tunggal yang mengikuti pola masa kini. Sebelumnya seluruh penduduk tinggal disatu rumah panjang sebagai satu kelompok masyarakat. Bagi masyarakat Dayak, Rumah panjang bukan hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, namun juga sebagai pusat perkembangan budaya serta tradisi. Sebagai peninggalan budaya Dayak Kanayatn, rumah panjang di Saham layak dijadikan objek pariwisata. Adapun faktor-faktor yang mendukung itu adalah kegiatan budaya, kesenian, adat istiadat, kehidupan religi, pertanian, mata pencaharian, kehidupan bermasyarakat. Sebagai pusat kebudayaan rumah panjang juga merupakan pusat lahirnya jenis-jenis kesenian yang berkaitan langsung dengan adat istiadat dalam bentuk upacara-upacara.
Masyarakat Dayak selalu menandai setiap peristiwa dalam kehidupan dengan upacara, dalam kondisi inilah lahir tarian, musik, seni ukir, seni tato, seni menganyam, tenun, tata boga, dan sebagainya. Sebagai contoh upacara mengawali dan mengakhiri proses perladangan. Sebelum musim tanam dimulai, dilakukan upacara untuk memberkati seluruh peralatan yang digunakan dalam pertanian, dengan upacara adat untuk mendapat restu dari roh leluhur serta Jubata (Yang Maha Tinggi). Seluruh rangkaian proses pertanian tersebut ditutup dengan upacara memanjatkan syukur (Naik Dango). 
Diupacara inilah biasanya masyarakat Dayak di rumah panjang Saham tampil dengan busana adat terbaik, perhiasan, tari, musik, makanan-makanan dan minuman khas tradisi Dayak. Seluruh rangkaian upacara tersebut masih dapat ditemui di rumah Panjang Saham. Upacara adat ini akan dilaksanakan setiap tahunnya di tanggal 27 April.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar